PRODUK UNGGULAN

Kami menyediakan berbagai merk serta kualitas beras produksi Jawa Timur, bebas dari bahan pemutih maupun pengawet. Kualitas Premium hingga Kualitas Broken tersedia di toko kami. Sedangkan merk-merk yang kami sediakan, antara lain :

  1. Arek Legi @25kg                     Rp. 220.000,-
  2. Jeruk Legi @25kg                  Rp. 212.500,-
  3. Bintang Mulia @25kg         Rp. 197.500,-
  4. Pinpin @25kg                           Rp. 208.750,-
  5. Winpie                                         (new brand)
  6. Manna @25kg                          Rp. 216.000,-
  7. Bola mas @25kg                     Rp. 208.500,-
  8. Pelikan                                       (stock kosong)
  9. Bramo                                          Rp. 225.000,-
  10. Panda                                           Rp. 212.500,-
  11. Putra Kembar Medium      Rp. 198.750,-
  12. Sumo Ta @25kg                       Rp. 207.500,-
  13. Kota @25kg                                Rp. 192.500,-
  14. Tembok Raja @25kg             Rp. 197.500,-
  15. Kereta Romawi @25kg        Rp. 188.750,-

* Harga terupdate 25 September 2012, harga dapat berubah setiap harinya.

Merk-merk tersebut merupakan merk-merk yang sudah terjamin keunggulan kualitas dan rasa. Beras PULEN dan ENAK merupakan jaminan kami atas produk-produk tersebut. Kami siap mensupply anda yang membutuhkan dalam jumlah besar…

PELUANG ANDA MENJADI AGEN/DISTRIBUTOR BERAS DIKOTA ANDA TERBUKA LEBAR SAAT INI… SILAHKAN HUBUNGI KAMI KAPANPUN UNTUK INFORMASI LEBIH LANJUT 031-78666345 / 0857 061 222 83

BERAS JAWA TIMUR TERKENAL AKAN KUALITAS DAN RASANYA!!!

Iklan

Cara Memilih Beras yang Baik

Awas beras oplosan, beras bau pandan, beras sangat putih? teliti sebelum membeli. Banyak sekali beras yang beredar di pasaran, terutama pasar tradisional yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh konsumen. Terkadang pembeli menginginkan beras pandan wangi, namun pada kenyataannya sebenarnya yang dibelinya adalah beras IR 64, atau ingin membeli beras dengan kualitas bagus, namun mendapatkan beras dengan campuran obat kimia yang sangat berbahaya. Untuk itu sebagai bentuk kepedulian Kami, berikut ini Kami sampaikan beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk memilih beras sesuai dengan yang diharapkan :

1. Beberapa Jenis Beras yang Terdapat di Masyarakat Jika ingin memilih beras sesuai dengan jenis yang Anda inginkan, harus diperhatikan ciri-ciri beras sesuai dengan jenisnya.

Setiap jenis beras memiliki ciri-ciri khusus yang dapat Anda perhatikan.

a. Pandan Wangi Ciri khas beras pandan wangi adalah aromanya yang wangi pandan. Namun sering pula terdapat beras yang wangi pandan karena zat pewangi kimia. Namun masih terdapat ciri yang lainnya yang bisa membantu agar Anda tidak salah pilih, yaitu beras pandan wangi tidak panjang, tetapi cenderung bulat. Jika terdapat beras dengan biji yang panjang, tetapi wangi hampir dapat dipastikan beras tersebut telah dicampur dengan pewangi kimia. Selain bulat beras pandan wangi juga berwarna sedikit kekuningan tapi tidak putih namun bening.

b. IR 64 / Setra Ramos Beras IR 64 atau Setra Ramos adalah beras yang paling banyak beredar di pasaran, karena harganya yang terjangkau dan relatif cocok dengan selera masyarakat perkotaan. Normalnya beras jenis ini pulen jika dimasak menjadi nasi, namun jika telah berumur terlalu lama (lebih dari 3 bulan) maka beras ini menjadi sedikit pera, dan mudah basi ketika menjadi nasi. Beras ini memiliki ciri fisik agak panjang / lonjong, tidak bulat. Beras ini tidak mengeluarkan aroma wangi seperti pandan wangi, namun seringkali pabrik / pedagang beras menambahkan zat kimia pemutih, pelicin dan pewangi pada beras ini. Maka berhati-hatilah jika menemui beras dengan bentuk lonjong, namun mengeluarkan aroma wangi, bisa jadi beras tersebut telah ditambahkan pewangi kimia.

c. Rojolele Beras Rojolele memiliki ciri fisik cenderung bulat, memiliki sedikit bagian yang berwarna putih susu, dan tidak wangi seperti beras pandan wangi. Nama Rojolele biasanya adalah sebutan dari daerah Jawa Tengah atau Jawa Timur, namun untuk daerah Jawa Barat dan beberapa daerah lain terkadang beras ini biasanya disebut Beras Muncul.

d. IR 42 Beras IR 42 bentuknya tidak bulat, mirip dengan IR 64 namun ukurannya lebih kecil. Beras ini jika dimasak nasinya tidak pulen, namun pera sehingga cocok untuk keperluan khusus seperti untuk nasi goreng, nasi uduk, lontong, ketupat dan lain sebagainya. Biasanya harganya relatif lebih mahal daripada IR 64 karena beras ini jarang ditanam oleh petani.

e. Beras C4 Ciri fisiknya mirip seperti beras IR42 namun sedikit lebih bulat, seperti IR64 namun lebih kecil. Beras ini masih sangat jarang ditemui di pasaran, karena jarang ditanam oleh petani. Nasinya pulen seperti IR64, namun lebih pulen.

2. Cara Mengetahui Beras yang Mengandung Zat Kimia

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, seringkali beras yang beredar di masayarakat adalah beras yang mengandung banyak sekali zat kimia. Zat-zat kimia tersebut biasanya digunakan untuk keperluan mempercantik tampilan fisik beras sebagai :

* Pelicin

* Pewangi

* Pemutih

* Pembunuh Kutu

Dari pengalaman Kami, banyak sekali pedagang atau pabrik beras yang tidak peduli akan hal ini, yang terpenting bagi mereka adalah pembeli menjadi sangat tertarik untuk membeli beras mereka yang tampilan fisiknya sangat bagus. Pabrik Kami pun sering disarankan oleh pedagang yang Kami pasok, untuk menggunakan zat kimia ini untuk mempercantik tampilan fisik beras yang Kami produksi. Mereka selalu mengatakan “Gak papa pake zat kimia, toh pembeli senang dengan beras yang seperti itu, dan mereka tidak tahu kalau beras tersebut mengandung zat kimia”. Untuk itulah Kami memberikan beberapa tips untuk mengetahui apakah beras mengandung zat kimia atau tidak.

a. Zat Pewangi

Beras yang dapat mengeluarkan aroma wangi saat ini hanyalah Beras Pandan Wangi. Beras pandan wangi memiliki ciri-ciri seperti yang telah dijelaskan di atas. Jika Anda menemui beras dengan ciri fisik tidak seperti pandan wangi, namun mengeluarkan aroma wangi, maka bisa dipastikan beras tersebut mengandung zat pewangi. Beras Pandan Wangi pasti berbentuk cenderung bulat, tidak panjang/ lonjong. Jika panjang/lonjong dan wangi berarti itu adalah Beras IR 64 yang diberi zat pewangi. Namun terkadang beras pandan wangi sendiri juga diberi zat kimia pewangi oleh penjual beras. Untuk mengetahui hal ini ada beberapa hal yang dapat Anda waspadai. Beras Pandan Wangi yang mengeluarkan aroma sangat wangi hanya ketika beras tersebut masih baru, yaitu berumur kurang dari 2 bulan. Jika berumur > 2 bulan maka wanginya akan berkurang, namun masih bisa mengeluarkan wangi ketika dimasak menjadi nasi. Untuk mengetahui apakah umur beras pandan wangi masih baru atau sudah lama dapat dilihat pada pembahasan selanjutnya. Jadi jika ada beras pandan wangi yang umurnya sudah cukup lama namun masih sangat wangi, bisa jadi beras tersebut diberi zat pewangi.

b. Zat Pelicin

Beras dengan pelicin biasanya sangat licin ketika kita remas, dan banyak sekali orang yang senang dengan beras yang sangat licin ini. Untuk mengetahui beras tersebut mengandung zat pelicin atau tidak, silahkan perhatikan tangan Anda setelah meremas beras tersebut. Jika mengandung pelicin, biasanya pada tangan Anda beras tersebut banyak sekali yang menempel pada tangan Anda. Tentunya untuk melakukan pengujian ini tangan Anda harus kering, tidak basah/berkeringat. Jika tidak mengandung zat pelicin biasanya biji beras yang menempel pada tangan tidak terlalu banyak.

c. Zat Pemutih

Beras juga sering mengandung pemutih kimia. Banyak sekali jenis zat pemutih yang digunakan oleh pabrik beras seperti tawas, kaporit, bahkan deterjen dan pemutih pakaian seperti bayclin. Untuk mengetahui hal ini memang cukup sulit, namun Anda bisa melihat jika putihnya terlalu putih dan tidak ada warna alami beras sama sekali (bening kekuningan), maka beras tersebut patut diwaspadai.

3. Memperkirakan Umur Beras

Beras jika terlalu lama umurnya akan menurun kualitasnya. Nasi akan mudah basi dan kurang pulen atau kurang enak. Untuk mengetahui apakah beras sudah berumur cukup lama atau tidak dapat dilakukan dengan beberapa hal

a. Baunya

Beras yang sudah lama (lebih dari 1 bulan) biasanya sudah berbau agak apek, apalagi saat digiling tidak terlalu kering.

b. Fisiknya

Beras yang sudah cukup lama dapat dilihat dari ciri fisiknya berupa banyak guratan-guratan berupa garis memanjang pada beras dengan tekstur yang cukup jelas. Selain guratan ini, pada beras yang cukup lama juga mulai terlihat penepungan berupa warna putih seperti serbuk yang menmpel pada beras.

c. Berkutu

Beras yang sudah mulai lama biasanya mulai berkutu. Namun kalau terdapat kutu, justru pertanda beras tersebut tidak mengandung zat kimia, namun tentu ini bukan merupakan beras terbaik. Tapi perlu juga diperhatikan bahwa beras yang baru juga ada kemungkinan berkutu karena tertular dari beras lain yang sudah lebih lama.

Sumber : dikutip dari spsindonesia.com

Beras Sehat VS Beras Biasa

Mungkin kita semua belum terlalu kenal apa itu beras sehat dan apa bedanya dengan beras yang biasanya dijual di pasar. Secara penampilan kedua beras ini sulit untuk dibedakan karena memang beras sehat maupun beras biasa bisa dibilang sama. Sekarang pertanyaannya adalah apa bedanya kalau begitu?? Pertanyaan yang bagus. Yang membedakan keduanya adalah kualitas dan mutu dari kedua beras tersebut. Perbedaan yang mendasar dari beras sehat adalah jangka waktu pemakaian yang tidak lama, hal ini disebabkan karena tipe beras ini tidak memakai pengawet formalin atau sejenisnya (biasanya hanya bisa tahan sekitar 3 bulan saja), tipe beras ini jika melewati masa pemakaian bisa berubah warna menjadi kuning karena memang tidak memakai pewarna/pemutih. Selain itu tipe beras ini tidak memakai pewangi (essense) maksudnya adalah yang membuat nasi bisa wangi pandan atau yang lainnya. Setelah dijelaskan tadi keunggulan dari sisi rasa beras ini memiliki rasa yang lebih pulen dari beras biasanya. Anda harus mencobanya.. karena sulit buat saya untuk mendeskripsikannya. Syaratnya adalah anda harus mengkonsumsi beras ini sebelum melewati masa pemakaiannya, saya pribadi merasakan 3 bulan adalah waktu yang sangat lama dan pasti stock beras tersebut sudahlah habis.

Untuk menjaga kualitas dari beras ini, lahan pertaniannya juga harus memenuhi beberapa kriteria, kriteria dari sawah tersebut biasanya berdekatan dengan gunung dan ada sungai yang mengalir di dekat sawah tersebut. Ya anda benar sungai tadi adalah sumber mata air untuk sawah tersebut sehingga sawah tersebut tidak berbentuk terasering. Padi-padi ini adalah padi unggulan, dan pada saat penggilingan bulir bulir padi yang patah tidak akan masuk hitungan sehingga yang tersaring adalah padi bulir besar, dan setelah itu harus melalui tahap uji coba atau yang sering kita sebut dengan quality control sebelum beras ini sampai ke tangan customer. Outputnya adalah beras tersebut sangat terjaga kualitasnya. Sekarang pertanyaannya adalah apakah anda yakin beras yang anda makan adalah beras sehat?

Beras dan Cara yang Baik Menyimpannya

Sebagai masyarakat Indonesia, mengkonsumsi nasi bukan menjadi hal yang asing. Sudah sejak sekian lama beras atau nasi menjadi makanan pokok bangsa ini. Meski dapat disubtitusi dengan bahan makanan lain, namun karena cenderung terbiasa mengkonsumsinya, beras tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Bahkan ada ungkapan yang menyebutkan, belum disebut “makan” kalau belum makan nasi. Karena saking vitalnya peran beras dalam hal pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat Indonesia, tentu kehati-hatian dan kecermatan dibutuhkan untuk memilih dan merawat beras yang akan dikonsumsi. Kualitas beras yang baik dan sehat harus diperhatian demi kesehatan. Seringkali adanya gangguan kesehatan justru disebabkan oleh beras (nasi) yang dikonsumsi. Hal ini mungkin saja dipicu oleh kualitas beras yang buruk dan penggunaan zat-zat kimia berbahaya yang berlebihan dalam proses pembudidayaannya. Selain itu bisa saja disebabkan oleh cara penyimpanan beras yang tidak memenuhi standar penyimpanan yang baik. Berkaitan dengan penyimpanan beras, berikut ini ada tips bagaimana cara menyimpan beras yang baik. Hal ini sebaiknya Anda perhatikan disamping kualitas beras yang Anda beli agar nasi yang nantinya Anda konsumsi tetap sehat dan menyehatkan.

  1. Kualitas Beras Pertama kali yang sebaiknya Anda lakukan, pastikan dulu bahwa beras yang akan anda simpan sebagai persediaan merupakan beras baru dan berkualitas baik. Jika tidak, cara penyimpanan apapun yang dilakukan senantiasa tidak akan mendapatkan hasil yang optimal pula.
  2. Suhu Penyimpanan Jaga suhu tempat penyimpanan. Jangan terlalu panas atau dingin (lembab). Suhu yang tidak stabil menjadi pemicu timbulnya bau apek maupun seranga.
  3. Tempat Penyimpanan Pastikan pula tempat penyimpanan beras yang Anda pakai tahan karat, sebab tempat penyimpanan yang mudah berkarat akan mempengaruhi kualitas beras yang Anda simpan.
  4. Waktu Penyimpanan Jangan menyimpan beras terlalu lama. Sebab, beras yang disimpan terlalu lama akan mudah dimakan kutu beras.
  5. Antisipasi Serangga Agar terhindar dari gangguan serangga, sebaiknya campurkan beras bersama 2-3 tangkai daun asam jawa atau belimbing wuluh yang telah dibersihkan atau dikeringkan. Anda juga dapat menyisipkan beberapa batang lada kering atau daun limau ke dalam beras. Well, beberapa tips di atas bisa Anda terapkan untuk menjaga beras yang anda simpan mengingat beras adalah makanan pokok kita sehari-hari. Selain menjaga kualitas beras dari mulai dibeli sampai dengan dimasak dan dimakan, tips ini semoga dapat membantu anda untuk mengantisipasi serangan serangga atau kutu beras yang kerap kali membuat jengkel. Semoga bermanfaat. Dari berbagai sumber.

sumber gambar: tribunnews.com

Jeruk Nipis untuk Meningkatkan Kualitas Beras

Sebagian penduduk Indonesia, khususnya masyarakat kategori miskin mengonsumsi beras bersubsidi atau yang dikenal dengan sebutan “raskin”. Fakta menunjukkan bahwa beras bersubsidi kadang-kadang belum layak untuk dikonsumsi dikarenakan kualitas yang masih di bawah standar. Dilihat dari segi warna, beras bersubsidi berwarna kuning, teksturnya tidak bagus dan pecah-pecah, rasanya pun kurang enak dan tidak pulen, bahkan aromanya terasa apek. Sementara itu, kondisi beras dengan standar normal, yakni kadar air 14% dan butir patah 20%. Komponen persyaratan ini akan ditambah tiga komponen lagi, yaitu, derajat sosoh minimal 95%, butir menir maksimal 2%, dan butir kuning maksimal 3%.

Berdasarkan fakta di atas, dilakukan penelitian guna mencari alternatif meningkatkan kualitas beras, khususnya raskin. Dengan memanfaatkan asam sitrat dalam jeruk nipis (citrus aurantifolia) sebagai alternatif meningkatkan kualitas  beras bersubsidi.
Jeruk nipis merupakan salah satu jenis buah yang sering digunakan oleh sebagian masyarakat Indonesia untuk menghilangkan kotoran pada peralatan dapur seperti piring, gelas dan sendok. Jeruk nipis adalah bahan pembersih yang alami, dengan demikian jeruk nipis dapat digunakan pada bahan makanan. Salah satu kandungan yang ada dalam jeruk nipis sebagai pembersih ini adalah asam sitrat.

“Asam sitrat telah lama dikenal sebagai bahan kimia untuk membuat manisan. Selain itu, dapat membersihkan bak kamar mandi, memutihkan pakaian, dan perasa asam pada minuman. Kandungan asam sitrat di dalamnya berfungsi mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur, sehingga mampu mengawetkan makanan.

Pada prinsipnya asam sendiri bersifat sebagai pelarut, sehingga mampu digunakan sebagai pembersih. Dalam hal ini, mampu mengubah kondisi awal beras yang dimasak (bersifat alkali) menjadi bersifat asam lemah. Selain itu, asam sitrat pada jeruk nipis mampu membuat rasa segar pada masakan.

Proses pembuatannya, jeruk nipis dibersihkan, dipotong, diperas dan ditambahkan gula. Campuran ekstrak jeruk dapat ditambah dengan sari pandan atau sari daun suji. Estrak Jeruk Nipis kemudian dimasak dalam suhu tinggi sampai mengental dan keras. Kemudian, diangkat dan ditiriskan sampai suhu turun. Selanjutnya, dihaluskan menjadi serpihan dan bubuk siap pakai. “.Bahan siap digunakan untuk menambah kualitas raskin. Selamat mencoba. (witono/aw).

Manfaat Air Tajin

Sering kita dengar air tajin atau air pencucian beras berguna untuk berbagai kepentingan kesehatan. Seperti contohnya untuk pengganti ASI ibu. Hemh . . apakah ini benar ? Mari kita ulas kegunaan dan arti penting dari air tajin. Air tajin atau air hasil dari pencucian beras dikenal sebagai pengganti ASI ibu dan untuk mengobati penyakit pencernaan seperti kolera dan diare. Dalam penggunaanya sebagai pengganti air susu ibu memang benar. Namun, biar bagaimanapun Air tajin tidak akan pernah bisa menggeser kedudukan ASI sebagai salah satu menu dan asupan penting untuk tumbuh kembang bayi. ASI mengandung Kolustrum. Kolustrum ini sendiri mengandung tinggi protein, mineral, garam, vitamin A, nitrogen, sel darah putih dan antibodi yang tinggi. Selain itu, kolustrum masih mengandung rendah lemak dan laktosa. Protein utama pada kolustrum adalah imunoglobulin (IgG, IgA dan IgM), yang digunakan sebagai zat antibodi untuk mencegah dan menetralisir bakteri, virus, jamur dan parasit. Meskipun begitu, memberikan air tajin kepada bayi tidaklah salah. Karena air tajin mengandung Glukosa, 2 macam Poliglukosa, magnesium (Mg),Kalsium (Ca) dan Protein yang berguna tentunya bagi bayi. Glukosa dalam hal ini dapat digunakan untuk mempermudah penyerapan elektrolit, sehingga sangat baik untuk dehidrasi yang diakibatkan karena si kecil diare. Glukosa polimer dapat dengan mudah diserap. Kandungan poliglukosanya juga dapat memadatkan feses sehingga cairan yang keluar bisa diminimalisir. Protein pada air tajin sangat tinggi yaitu 7-10%. Protein berguna dalam menunjang keberadaan setiap sel tubuh untuk proses kekebalan tubuh. Penggunaan air tajin untuk obat diare pada bayi sangat baik dan tidak berbahaya karena kandungan gizi yang dikandungnya. Namun perlu diperhatikan, suplai air tajin untuk bayi baik dilakukan apabila bayi sudah berumur 6 bulan atau lebih. Penggunaan oralit malah kalah pamor dibandingkan penggunaan air tajin ini. Bukan hanya untuk bayi penggunaan air tajin juga baik untuk anak-anak dan orang dewasa. Rasanya juga enak dan disukai. Air tajin sudah lama digunakan turun-menurun oleh riwayat orang Indonesia. Mengingat harganya yang murah dan mudah didapat. Dalam pemenuhan gizi dan pengobatan air tajin cukup baik meskipun tentu saja kadar kalsiumnya lebih rendah dari susu sapi murni. Diare merupakan peyebab kematian kedua di dunia. Yang kebanyakan korbannya ialah anak dibawah umur. Diare disebabkan karena virus yang bernama Rotavirus yang bebas terdapat di udara. Rotavirus menular secara mudah dari kontak tangan ke mulut, bahkan dari mereka yang terinfeksi tetapi tidak memiliki tanda dan gejala. Mencuci tangan yang baik sebelum makan sangat penting untuk terhindar dari rotavirus. Terkadang penularan rotavirus dapat melalui air yang terkontaminasi atau titik uap pernapasan saat batuk atau bersin di udara. Karena ada banyak jenis rotavirus, maka memungkinkan untuk dapat terinfeksi lebih dari satu. Dehidrasi yang timbul akibat diare merupakan komplikasi serius rotavirus dan penyebab kematian anak di negara berkembang. Bahan utama yaitu beras untuk membuat air tajin harus diperhatikan kebersihan dan kemurniannya. Banyak beras yang beredar sekarang di pasaran sudah ditambah pemutih maupun pewangi yang menurunkan vitamin dan zat penting dalam beras. Beras yang baik bisa dibedakan secara langsung dengan memegangnya, fisik beras yang mengandung bahan pemutih/kimia akan lebih kasar, warna pada beras alami lebih natural dan terkesan bening tidak putih seperti beras kimia,selain itu beras alami tidak tahan lama atau mudah diserang kutu beras, berbeda dengan beras kimia yang baru berkutu setelah berbulan-bulan lamanya. Maka dari itu pilihlah beras alami agar manfaat air tajin dapat dirasakan sesungguhnya. Selain itu untuk meningkatkan mutu dari air tajin, kita bisa menggunakan beras merah yang kandungannya lebih baik daipada beras biasa. Beras merah mengandung banyak vitamin seperti vitamin B, dan vitamin E serta mengandung fenolat sebagai antioksidan yang sangat baik, selenium, kalsium (Ca), magnesium (Mg). Beras merah sangat bermanfaat untuk melindungi tubuh dari penyakit arterosklerosis (pengerasan pembuluh darah), tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes, menambah daya imun(kekebalan tubuh), memepercantik dan menghaluskan kulit, serta untuk penambah stamina. Air tajin dari beras merah tentunya kualitasnya lebih tinggi. Cara memasak air tajin yang benar perlu diketahui agar zat baik yang terkandung didalamnya bisa sepenuhnya dihasilkan. Dianjurkan untuk menggunakan beras merah. Caranya yaitu dengan mencuci dahulu beras yang akan digunakan. Perlu diingat beras yang akan dipakai yaitu beras yang masih terdapat kulit arinya. Cuci sampai maksimal 2-3x agar tidak banyak zat baik yang terbuang. Sambil mencuci, didihkan 3-4 gelas air tunggu sampai mendidih. Kemudian masukkan segenggam beras pada air yang sudah mendidih. Diaduk dan jangan terlalu lama memasaknya sampai air agak kental kemudian saring untuk menghilangkan kotoran. Lalu sajikan. Air tajin tidak bisa disimpan terlalu lama. Paling lama yaitu 24 jam. Itupun harus ditempatkan dalam kondisi hangat agar air tajin tidak basi.

Sumber : http://ibudananak.com/index.php?Itemid=9&id=262&option=com_content&task=view http://www.lusa.web.id/komposisi-gizi-dalam-asi/ http://health.kompas.com/direktori/yourbody/190/Rotavirus http://mentariku.com/component/content/article/3-flash-berita/4-newsflash http://turunberatbadan.com/2512/manfaat-beras-merah-untuk-kesehatan-kita/ Sumber Gambar: http://whattoeatwhenyouhavediarrhea.com/how-to-stop-bloating/

Tips Memilih Beras yang Baik (2)

Nasi yang berasal dari beras adalah makanan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia. Karena kita mengkonsumsinya setiap hari maka sudah seharusnya kita mengetahui mana beras yang sehat dan mana yang tidak, agar kesehatan tubuh kita tetap terjaga.
 
Berikut ini tips untuk memilih beras yang sehat :
  1. Beras bebas dari hama, campuran dedak dan bekatul.
  2. Beras belum berumur terlalu lama.
    Ciri fisik beras yang sudah lama :
    • Berbau agak apek, jika digiling tepung yang dihasilkan tidak terlalu kering, setelah dimasak nasi akan mudah basi serta rasanya kurang enak.
    • Berkutu, tetapi ada juga kemungkinan beras yang baru akan berkutu karena tertular dari beras lain yang sudah lama.
    • Banyak guratan-guratan berupa garis memanjang pada beras dengan tekstur yang cukup jelas. Selain guratan ini, pada beras yang cukup lama juga mulai terlihat penepungan berupa warna putih seperti serbuk yang menempel pada beras.
  3. Beras jika digigit terasa keras dan tidak rapuh. Beras yang rapuh biasanya mengandung banyak air sehingga tidak tahan lama jika disimpan. Hal ini dapat disebabkan ulah nakal pengusaha beras yang membasahi beras untuk menambah berat beras.
  4. Butir beras mempunyai ukuran lebih besar dari 0,25 atau lebih kecil 0,74 dari butir beras utuh. Coba perhatikan ketika membeli beras, kalau ada butiran yang patah dan tidak melebihi ukuran di atas, artinya beras itu masih tergolong baik.
  5. Beras bebas dari benda asing, seperti : batu, tanah, pasir, potongan kayu, potongan kaca, jerami, biji-bijian, serangga mati, dan lain-lain.
  6. Warna beras tidak terlalu putih melainkan bening sedikit kekuningan. Beras yang terlalu putih biasanya telah dicuci dengan bahan pemutih seperti klorin, tawas bahkan pemutih pakaian dan rasanya agak pahit.
  7. Beras tidak mengandung bahan pewangi kimia.
    Beras yang mengeluarkan aroma wangi alami hanyalah Beras Pandan Wangi. Ciri-ciri  beras tersebut bentuknya cenderung bulat, tidak panjang/ lonjong. Jika anda menemui beras dengan ciri fisik tidak seperti pandan wangi, namun mengeluarkan aroma wangi, maka bisa dipastikan beras tersebut mengandung zat pewangi kimia. Namun terkadang beras pandan wangi sendiri juga diberi zat kimia pewangi kimia oleh penjualnya. Beras Pandan Wangi mengeluarkan aroma sangat wangi hanya ketika beras tersebut masih berumur kurang dari 2 bulan. Jika berumur  lebih dari 2 bulan maka wanginya akan berkurang, namun masih bisa mengeluarkan wangi ketika dimasak menjadi nasi. Jadi jika ada beras pandan wangi yang umurnya sudah cukup lama namun masih sangat wangi, bisa jadi beras tersebut diberi zat pewangi kimia.
  8. Beras tidak mengandung bahan pelicin.
    Untuk mengetahui beras mengandung bahan pelicin atau tidak, remas beras dengan tangan yang kering / tidak berkeringat, jika mengandung pelicin biasanya beras akan banyak sekali menempel pada tangan. Jika tidak mengandung zat pelicin hanya sedikit beras yang akan menempel pada tangan.

Memilih Beras yang Aman untuk Dikonsumsi

Nasi adalah makanan sehari-hari hampir semua rakyat Indonesia. Kita jarang memakan sumber kabohidrat sebagai makanan pokok selain nasi. Oleh sebab itu, sangat penting untuk memperhatikan beras yang kita konsumsi. Kita harus waspada apakah beras yang kita makan aman atau tidak.

Beberapa waktu yang lalu kita menyaksikan di televisi tentang razia beras yang mengandung bahan pemutih. Fakta ini memancing kekhawatiran masyarakat tentang kualitas beras yang beredar di pasaran. Benarkah bahwa beberapa jenis beras mengandung pemutih?

Benar. 82% sampel beras yang disurvey oleh Dinas Pertanian Jawa Barat pada September 2007 menggunakan pemutih (Antara News).

Ini bukanlah isu belaka. Ada beberapa beras di pasaran yang menggunakan bahan klorin sebagai pemutih. Klorin ditambahkan dalam beras dikarenakan gabah padi yang digunakan sudah lama atau berkualitas sangat jelek. Gabah padi ini jika dibuat menjadi beras akan menjadi berwarna kekuningan, tidak tahan lama, dan juga berbau apek. Agar terlihat bagus, putih, dan licin, maka produsen beras yang nakal akan menambahkan klorin ke dalam proses penggilingan gabah.

Beras

 

Klorin, sudah pasti adalah bahan kimia yang sangat berbahaya bagi tubuh manusia. Klorin biasanya digunakan untuk membunuh kuman di kolam renang, air minum, dan pembuangan air rumah tangga. Klorin juga digunakan untuk pemutih pakaian. Klorin dalam bentuk gas akan menyebabkan iritasi kulit, gangguan pernapasan, dan selaput lendir. Dalam konsentrasi tinggi, klorin dapat menyebabkan kematian. Pemakaian klorin dalam jangka panjang jelas beresiko menimbulkan kanker. Dalam jangka 20 tahun, klorin dapat menimbulkan kerusakan pada usus. Usus akan tergerus dan sering menimbulkan penyakit Maag. Menurut dr. Alyya Siddiqa, SpFK, dosen Farmakologi Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta, mengkonsumsi klorin dapat menyebabkan kanker kandung kemih, hingga peningkatan prevalensi asma pada anak-anak. Tentu, Anda tidak ingin keluarga Anda menggunakan beras yang mengandung bahan kimia yang berbahaya.

Oleh karenanya, kali ini Catering Bandung Resep Bunda akan membagikan tips untuk mengenali beras yang menggunakan pemutih sehingga keluarga Anda terhindar dari bahaya kesehatan yang diakibatkan oleh klorin.
 
Ciri Beras Mengandung Pemutih

Beras yang mengandung pemutih memiliki beberapa ciri-ciri fisik, walaupun ciri-ciri ini agak sulit dikenali secara langsung kecuali melalui uji lab. Walau demikian, sebaiknya Anda waspada jika menemui beras dengan ciri-ciri berikut :

  • Berasnya berwarna sangat putih, berbeda dengan warna putih alami yang nampak dari beras seperti biasanya
  • Jika diraba, beras ini terasa sangat licin di telapak tangan. Beras alami biasanya akan meninggalkan serbuk kasar jika digenggam. Akan tetapi, beras berpemutih tidak meninggalkan serbuk apapun dan terasa licin seperti minyak. Walaupun licin, bulir beras akan menempel di telapak tangan jika dilepaskan dari genggaman.
  • Beras berpemutih berbau berbeda dari beras pada umumnya, seperti bau bahan-bahan kimia atau parfum yang agak menyengat. Akan tetapi, Anda jangan langsung berpikiran bahwa beras berbau harum mengandung klorin. Beras Pandan Wangi contohnya, adalah beras yang secara alami menghasilkan bau harum.
  • Setelah disimpan beberapa hari, beras menggunakan klorin akan mengeluarkan bau tengik dan terasa sedikit asam. Bila mengalami hal seperti ini, cepat buang beras itu dan jangan sampai dimakan.
  • Saat dicuci, beras yang mengandung pemutih tidak berwarna keruh. Beras alami saat dicuci akan berwarna keruh seperti air sabun.
  • Butiran beras tidak terlihat bening dan berwarna pekat.
  • Beras yang mengandung bahan klorin setelah dimasak rasanya menjadi kurang enak dan warnanya menjadi tidak seputih seperti semula.

Pilihlah bahan makanan yang kita konsumsi dengan hati-hati, khususnya beras yang menjadi bahan pokok sehari-hari. Jangan sampai Anda mengorbankan kesehatan keluarga Anda hanya karena ingin menghemat pengeluaran atau tertarik kepada tampilan beras yang menipu. Salam sehat!

Kritik dan Saran

Kami menyediakan ruang kritik dan saran bagi semua baik pelanggan maupun pelaku bisnis. Kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun agar dapat menjadi perbaikan bagi kami kedepannya. Dengan kritik dan saran ini kami berharap dapat semakin maju dan berkembang. Kritik dan saran boleh mengenai blog kami ataupun pelayanan yang kami berikan kepada anda. Terima kasih.

FORUM DISKUSI

Kami menyediakan Forum Diskusi dalam blog ini dengan harapan para pelaku bisnis khususnya yang berkecimpung dengan usaha beras dapat berbagi pengalaman dan menjadi sarana informasi yang efektif
Syarat-syarat dalam ber-iklan :
  1. Materi IKLAN ANDA harus menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar, sopan, serta tidak mengandung SARA
  2. Materi IKLAN ANDA bebas tidak tergantung hanya kategori produk beras, tapi diutamakan yang berhubungan dengan beras.
  3. Admin berhak menolak dan melakukan editing semua materi yang telah dikirimkan serta  menghapus kata-kata yang tidak pantas.
  4. Kami tidak bertanggung jawab atas materi/barang/produk dalam IKLAN ANDA dan transaksi yang terjadi dalam forum ini.
  5. Pengiklan wajib mengisi data-data dengan lengkap dan benar.
  6. Pengiklan wajib memahami persyaratan diatas, dan menyetujui segala persyaratan diatas.