Beras dan Cara yang Baik Menyimpannya

Sebagai masyarakat Indonesia, mengkonsumsi nasi bukan menjadi hal yang asing. Sudah sejak sekian lama beras atau nasi menjadi makanan pokok bangsa ini. Meski dapat disubtitusi dengan bahan makanan lain, namun karena cenderung terbiasa mengkonsumsinya, beras tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Bahkan ada ungkapan yang menyebutkan, belum disebut “makan” kalau belum makan nasi. Karena saking vitalnya peran beras dalam hal pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat Indonesia, tentu kehati-hatian dan kecermatan dibutuhkan untuk memilih dan merawat beras yang akan dikonsumsi. Kualitas beras yang baik dan sehat harus diperhatian demi kesehatan. Seringkali adanya gangguan kesehatan justru disebabkan oleh beras (nasi) yang dikonsumsi. Hal ini mungkin saja dipicu oleh kualitas beras yang buruk dan penggunaan zat-zat kimia berbahaya yang berlebihan dalam proses pembudidayaannya. Selain itu bisa saja disebabkan oleh cara penyimpanan beras yang tidak memenuhi standar penyimpanan yang baik. Berkaitan dengan penyimpanan beras, berikut ini ada tips bagaimana cara menyimpan beras yang baik. Hal ini sebaiknya Anda perhatikan disamping kualitas beras yang Anda beli agar nasi yang nantinya Anda konsumsi tetap sehat dan menyehatkan.

  1. Kualitas Beras Pertama kali yang sebaiknya Anda lakukan, pastikan dulu bahwa beras yang akan anda simpan sebagai persediaan merupakan beras baru dan berkualitas baik. Jika tidak, cara penyimpanan apapun yang dilakukan senantiasa tidak akan mendapatkan hasil yang optimal pula.
  2. Suhu Penyimpanan Jaga suhu tempat penyimpanan. Jangan terlalu panas atau dingin (lembab). Suhu yang tidak stabil menjadi pemicu timbulnya bau apek maupun seranga.
  3. Tempat Penyimpanan Pastikan pula tempat penyimpanan beras yang Anda pakai tahan karat, sebab tempat penyimpanan yang mudah berkarat akan mempengaruhi kualitas beras yang Anda simpan.
  4. Waktu Penyimpanan Jangan menyimpan beras terlalu lama. Sebab, beras yang disimpan terlalu lama akan mudah dimakan kutu beras.
  5. Antisipasi Serangga Agar terhindar dari gangguan serangga, sebaiknya campurkan beras bersama 2-3 tangkai daun asam jawa atau belimbing wuluh yang telah dibersihkan atau dikeringkan. Anda juga dapat menyisipkan beberapa batang lada kering atau daun limau ke dalam beras. Well, beberapa tips di atas bisa Anda terapkan untuk menjaga beras yang anda simpan mengingat beras adalah makanan pokok kita sehari-hari. Selain menjaga kualitas beras dari mulai dibeli sampai dengan dimasak dan dimakan, tips ini semoga dapat membantu anda untuk mengantisipasi serangan serangga atau kutu beras yang kerap kali membuat jengkel. Semoga bermanfaat. Dari berbagai sumber.

sumber gambar: tribunnews.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s