Menyimpan Beras Dengan Baik dan Benar

Beras merupakan salah satu bahan makanan utama dalam kehidupan kita. Komposisi nasi (beras) sebagai makanan yang kita konsumsi setiap hari begitu dominan, yaitu sekitar 70%. Ketersediaan makanan ini senantiasa dibutuhkan oleh tubuh kita untuk meningkatkan kualitas kesehatan sekaligus hidup kita. Namun, seringkali kita menemukan adanya gangguan kesehatan justru disebabkan oleh beras (nasi) yang kita konsumsi. Hal ini mungkin saja dipicu oleh kualitas beras yang kita masak atau bisa juga cara kita dalam menyimpan beras tidak memenuhi standar penyimpanan yang baik.  Berikut ini beberapa panduan singkat tentang tatacara menyimpan beras dengan baik dan benar sebagai berikut :

  • Pastikan dulu bahwa beras yang akan kita simpan sebagai persediaan merupakan beras baru dan berkualitas. Jika tidak, cara penyimpanan apapun yang kita lakukan senantiasa tidak akan mendapatkan hasil yang optimal jika ternyata beras yang kita simpan tergolong beras yang tidak baik.
  • Jaga suhu tempat penyimpanan. Jangan terlalu panas ataupun terlalu dingin (lembab). Suhu yang tidak stabil ini menjadi pemicu timbulnya bau apek maupun serangga pada beras. Hasilnya, walaupun masih layak dikonsumsi, bau yang ditimbulkannya terkadang mengurangi selera makan kita.
  • Pastikan pula tempat penyimpanan beras tahan karat atau tidak. Sebab, tempat penyimpanan yang mudah karat akan mempengaruhi kualitas beras yang kita simpan.
  • Jangan menyimpan beras terlalu lama. Sebab, beras yang disimpan terlalu lama akan mudah dimakan kutu. Kutu beras akan menurunkan kualitas beras dengan enzim yang dikeluarkannya. Oleh sebab itu, simpan beras menurut persediaan secukupnya dengan rentang waktu yang tidak terlalu lama.
  • Agar terhindar dari gangguan serangga, campurkan beras dengan beberapa helai daun Mint, atau dua-tiga tangkai daun asam Jawa ataupun daun belimbing buluh yang telah dibersihkan. Kita juga dapat menyisipkan beberapa batang lada kering atau beberapa helai daun limau ke dalam beras.
  • Kita juga dapat menggunakan High Voltage Electric Pulses, sejenis alat untuk mensterilkan kutu/kuman beras atau pencegah beras busuk seperti yang dilakukan masyarakat Jepang. Alat ini ekonomis, praktis, dan aman. Dalam sebuah kemasan plastik ukuran 25-30kg, 825 electroda dipasang untuk memberikan pulse listrik sebesar 50-kilovolt dengan kecepatan 100 kali/detik selama 15 menit. Peneliti menemukan bahwa cara ini dapat membunuh 99% bakteri dan kuman yang ada di beras tersebut. Meskipun voltase yang dihasilkan sangat tinggi namun arus yang diperlukan alat ini sangat rendah sehingga daya listrik yang digunakanpun tidak besar.

Beras jenis apapun tidak akan menjamin bebas dari serbuan kutu dan kuman. Kehadiran kuman atau kutu pun bisa mengubah komposisi beras, antara lain dengan menghasilkan enzim yang aktif menghidrolisis zat karbohidrat. Selain itu, menghidrolisis lemak dan protein yang masing-masing mengakibatkan beras menjadi busuk. Dengan panduan di atas, setidaknya kita tahu tentang menyimpan beras dengan lebih baik. Selamat mencoba!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s